TUGAS
4 TIK
A.
Media
Pembelajaran
pembelajaran pada dasamya merupakan suatu
proses komunikasi antara guru, struktur dan siswa, baik komunikasi secara
langsung dalam kegiatan tatap muka maupun tidak langsung menggunakan media.
Menurut R. Ibrahim, (2002:85) model pembelajaran pada dasamya merupakan
pengelolaan dan pengembangan yang dilakukan terhadap komponen pembelajaran.
Menurut Joice dan Will
(Winataputra, 2001:3) bahwa model pembelajaran diartikan sebagai kerangka
konseptual yang melukiskan prosedur sistematis yang mengorganisasikan pengalaman
belajar tertentu dan berfungsi sebagai pedoman bagi perancang pembelajaran dan
para pengajar dalam merencanakan' dan melakukan aktivitas belajar.
B. Teknologi informasi dan komunikasi
khususnya internet/ situs web/ homepage menuntut kreativitdirig memiliki
kelancaran, keluwesan, keaslian, dan perincian. Sedangkan dari segi afektifnya
kreativitas ditandai dengan motivasi yang kuat, rasa ingin tahu, tertarik
dengan tugas majemuk, berani menghadapi resiko, tidak mudah putus asa,
menghargai keindahan, memiliki rasa humor, selalu ingin mencari pengalaman
baru, menghargai diri sendiri dan orang lain. Karya-karya kreatif ditandai
dengan orisinalitas, memiliki nilai, dapat ditransformasikan, dan dapat
dikondensasikan.
Minat Merupakan suatu
keadaan mental yang menghasilkan respon terarah terhadap suatu situasi/obyek
tertentu yang menyenangkan dan memberikan kepuasan kepadanya. Minat seseorang
ditandai dengan adanya ketertarikan yang
menyebabkan timbulnya perhatian secara khusus, dan sumber tenaga
yang mendorong individu berhadapan dengan suatu
obyek.
Pembelajaran dengan dukungan
TIK memungkinkan dapat menghasilkan karya-karya baru yang orsinil, memiliki
nilai yang tinggi, dan dapat dikembangkan lebih jauh untuk kepentingan yang
lebih bermakna. Melalui TIK mahasiswa akan memperoleh berbagai informasi dalam
lingkup yang Iebih luas dan mendalam sehingga
meningkatkan wawasannya. Hal ini merupakan rangsangan yang kondusif bagi
berkembangnya kemandirian anak terutama dalam hal pengembangan kompetensi,
kreativitas, minat, kendali diri, konsistensi, dan komitmennya baik terhadap
diri sendiri maupun terhadap pihak lain.
Media Menurut Djamarah dan Zain (1996:136), media pengajaran merupakan
wahana penyalur informasi belajar atau penyalur pesan.
Suharsimi Arikunto (1989:15) berpendapat bahwa media pendidikan adalah sarana
pendidikan yang digunakan sebagai perantara
dalam proses belajar mengajar untuk Iebih mempertinggi efektivitas dan
efisiensi dalam mencapai tujuan pendidikan.
Berdasarkan beberapa definisi diatas dapat disimpulkan bahwa media
pembelajaran adalah alat, sarana, wahana yang digunakan untuk menyampaikan
pesan dari sumber pesan yaitu guru atau dosen kepada orang atau sekelompok
orang yaitu peserta didik.
C. Manfaat
Media Pembelajaran
Latuheru (Suhendar,1997:23) mengemukakan
beberapa manfaat penggunaan media pembelajaran dalam PBM, diantaranya:
menarik dan memperbesar perhatian siswa, mengurangi bahkan menghilangkan adanya
verbalisme, mengatasi perbedaan pengalaman belajar berdasarkan
latar belakang anak didik, membantu memberikan pengalaman belajar yang sulit
dengan diperoleh dengan cara lain, mengatasi keterbatasan ruang
dan waktu, membantu perkembangan pikiran anak didik secara teratur tentang hal
yang mereka alami, membantu anak didik mengatasi hal-hal yang sulit nampak
dengan mata, menumbuhkan kemampuan berusaha sendiri berdasarkan pengalaman dan
kenyataan, mengatasi peristiwa atau hal yang sulit
bila diikuti dengan mata, serta memungkinkan terjadinya kontak
langsung antara guru dengan siswanya.
D. Media
Elektronik Sebagai Media Pembelajaran
Penerapan
teknologi informasi dalam dunia pendidikan, salah satunya dapat dilakukan
dengan cara guru atau dosen memberikan layanan tanpa harus berhadapan
langsung dengan peserta didik. Demikian pula peserta didik dapat memperoleh
informasi dalam ruang lingkup yang luas dari berbagai sumber melalui cyber space
dengan menggunakan komputer atau internet. Hal yang paling mutakhir saat
ini adalah berkembangnya pengajaran maya atau cyber teaching yaitu
proses pengajaran yang dilakukan dengan menggunakan intemet. Istilah lain yang
saat ini populer adalah e-learning, yaitu model pembelajaran
dengan menggunakan media teknologi komunikasi dan informasi khususnya internet.
KonseRossenburg (Moh. Surya, 2002:8) mengatakan bahwa e-learning merupakan
suatu penggunaan teknologi Internet
dalam menyampaikan pembelajaran dalam jangkauan yang luas yang
bedandaskan tiga kriteria dasar yaitu :
1. E-Learning bersifat jaringan, yang membuatnya mampu
memperbaiki secara cepat, menyimpan atau memunculkan
kembali, mendistribusikan dan sharing pembelajaran serta
informasi. Kriteria ini sangatlah penting dalam e-learning,
sehingga Rosenberg menyebutnya sebagai persyaratan absolute.
2. E-Learning dikirimkan kepada pengguna melalui teknologi
computer dengan menggunakan standar teknologi intemet.
3. E-Learning terfokus pada pandangan pembelajaran yang
paling luas, solusi pembelajaran yang mengungguli paradigm a
tradisional dalam pembelajaran.
Berdasarkan beberapa definisi e-learning diatas, dapat
disimpulkan bahwa e-learning adalah kegiatan pembelajaran
yang melibatkan penggunaan peralatan elektronik dalam menciptakan,
membantu perkembangan, menyampaikan, menilai dan
memudahkan suatu proses belajar mengajar dimana pelajar sebagai
pusatnya serta dilakukan secara interaktif kapanpun dan
dimanapun.
Proses Pembelajaran E-Learning
E-Learning atau
proses pembelajaran melalui media elektronik, terutama intemet, saat ini
dianggap dapat menjadi solusi pendidikan bagi siswa yang tidak dapat hadir
secara fisik ke setiap perkuliahan, namun mempunyai niat untuk memperoleh
pengetahuan atapun keinginan untuk melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi.
Banyak hal yang dapat dilaksanakan melalui e-learning pada
proses pembelajaran, diantaranya adalah pada 2 (dua) hal,
yaitu:
1. Mencari mater pokok pembelajaran.
Proses pembelajaran yang
berupa mencari materi pokok pembelajaran, terdiri dari langkah-langkah sebagai
berikut.:
a.
Guru menyampaikan kompetensi dasar serta beberapa indikator kepada
para siswa beserta situs intemet yang dapat dikunjungi berkenaan dengan
kompetensi dasar serta indikator tersebut.
b.
Siswa mendownload materi pokok pembelajaran yang sesuai dengan
kompetensi dasar serta indikator yang disampaikan oleh guru pada situs yang
telah ditunjukkan oleh guru, dalam hal ini siswa diberi kesempatan untuk
mencari pada situs lain selain yang ditunjukkan oleh guru .
c.
Setelah mengedit apabila diperlukan, siswa mengirimkan hasil download
tersebut ke web site atau email guru.
d.
Guru mengedit materi pokok yang dikirim oleh para siswa,
mengeditnya, yaitu dengan mengurangi apabila mated yang
e.
dikirim oleh siswa apabila bahasannya terlalu luas, atau menambah
apabila materi yang dikirim oleh siswa terialu ringkas
f.
pembahasannya, sehingga belum memenuhi indikator yang dikehendaki
oleh guru.
g.
e. Setelah di edit, guru mengirimkan ke alamat email siswa apabila
materi pokok pembelajaran sudah disesuaikan indikator
h.
yang dikehendaki.
2. Pelaksanaan ulangan harian dan ulangan
blok
Melalui e-learning seorang
guru tidak perlu tertalu banyak mengeluarkan tenaga, pikiran dan biaya untuk
senantiasa melaksanakan ulangan harian atau ulangan blok dengan soal-soal yang
berupa pilihan ganda. Adapun hal-hal yang diperlukan sebelum pelaksanaan
ulangan blok ataupun ulangan harian dengan e-learning diantaranya
adalah:
a.
Guru mempersiapkan bank soal, akan lebih bagus apabila soalnya
cukup banyak namun masih dalam koridor indikator yang dikehendaki oleh guru,
sehingga soalnya dapat diacak agar masing masing peserta tidak sama persis
soalnya, bank soal ini tentu harus di lengkapi dengan program pengacak soal,
kunci jawaban serta skor yang akan di peroleh bagi masing masing peserta.
b.
Program ini hendaknya dilengkapi dengan KKM, serta penjelasan
untuk jawaban yang benar ataupun yang salah untuk
c.
keperiuan remidi lagi yang belum mencapai norma KKM.
d.
Masing-masing siswa mempunyai nomor khusus, NIS misalnya, sebagai
identitas siswa disamping nama ketika entri data.
e.
Semua unit PC sudah tersambung secara LAN dengan server bagi guru,
dimana bank soal maupun program program
f.
pendukung yang lain disimpan. (www.internetworldstats.com/)
Konsep Homepage
Homepage dibangun oleh
sebuah file yang didalamnya terdapat kode-kode dan informasi. Kode-kode
dan informasi tersebut dibaca oleh sebuah aplikasi yang jenisnya bernama Browser.
Oleh Browser, kode-kode dan informasi tersebut akan disajikan
sebagai sebuah halaman web yang kita kenal sebagai homepage. Kode-kode
dan informasi yang ditulis dalam file homepage tersebut haruslah ditulis
menurut aturan tertentu yang dapat dimengerti oleh browser. Aturan-aturan
tersebut dikenal dengan bahasa pengkodean.
3.
Software-Software Yang
Digunakan Untuk Membuat Homepage
Beberapa software yang
sebaiknya dimiliki untuk membuat homepage sederhana bagi pemula yang dihimpun
penulis berdasarkan internet dari http://handel.pacific.net.id/TS/homepage.html
adalah:
1.
Front Page Editor/Netscape Composer Front Page
Editor/Netscape Comp digunakan untuk membuat format dari tampilan yang
diinginkan, dimana pada front page editor ini terdapat
fasilitas-fasilitas yang memudahkan kita untuk mendesain tampilan sesuai gambar
atau membuat suatu ikon yang nantinya akan digunakan untuk pembuatan homepage
itu sendiri.
Ø Langkah-Langkah
Membuat Homepage
Salah satu langkah yang
harus kita lakukan dalam membuat homepage sederhana adalah memiliki
pengetahuan cara menggunakan komputer dan software-software penunjang untuk
mengerjakan homepage dan sedikit pengetahuan tentang grafis. Untuk
membuat home page dengan menggunakan Komputer PC, Macintosh atau jenis
komputer lainnya, kite harus membuat file yang berisi kode HTML. Untuk
itu, kits dapat menggunakan HTML editor atau text editor umum lainnya.
HTML adalah singkatan dari Hypertext Markup Language. HTML terdiri dan
sepasang kode yang disisipkan dalam suatu dokumen untuk mengontrol tampilan
dokumen di layer monitor oleh Web Browser, seperti Netscape
atau Mosaic. Apabila akan memandang suatu dokumen di
Internet, harus menggunakan Web Browser dan disana ada fasilitas "View source"
untuk melihat kode-kode web page ini. Suatu dokumen berisi kode-kode ini
disebut HTML. Suatu dokumen HTML harus mempunyai formulir yang tepat, sehingga
dapat dikenal dan di interpretasikan dengan tepat oleh perangkat lunak dan Browser.
KonSupanadi (2001:16) mengatakan bahwa kreativitas merupakan suatu
kemampuan yang dimiliki setiap orang dengan tingkat yang
berbedabeda. Setiap orang lahir dengan potensi kreatif yang dapat dikembangkan
dan dipupuk. Kreativitas merupakan suatu bidang
kajian yang kompleks, yang timbul akibat adanya perbedaan dalam mendefinisikan
anti kreativitas. Sedangkan Munandar (2004)
mengungkapkan bahwa kreativitas adalah kemampuan untuk memberikan gagasan baru
yang dapat diterapkan dalam pemecahan masalah, atau sebagai kemampuan untuk melihat
hubungan-hubungan baru antara unsur-unsur yang sudah ada sebelumnya.
Ø Ciri-Ciri
Kemampuan Kreatif
Munandar (1999:88) mengajukan lima ciri kemampuan kreatif. Kelima
ciri tersebut adalah kemampuan berpikir lancar
(fluency), kemampuan berpikir luwes (flexibility),
kemampuan berpikir orisinal (originality), kemampuan berpikir
memerinci
(elaboraty) dan kemampuan berpikir evaluasi (evaluaty).
Adapun penjabaran dari ciri-ciri berpikir kreatif adalah sebagai
berikut:
1.
Kemampuan berpikir lancar (fluency),
yaitu kemampuan untuk mencetuskan banyak gagasan, jawaban, penyelesaian
masalah atau pertanyaan; memberikan banyak cara atau saran untuk memudahkan
berbagai hal; selalu memikirkan lebih dad satu jawaban; dan bekerja lebih cepat
serta melakukan lebih banyak dibanding yang lain.
2.
Kemampuan berpikir luwes (flexibility),
yaitu kemampuan untuk mengemukakan bermacam-macam pemecahan
3.
masalah, menghasilkan gagasan, jawaban, atau pertanyaan yang
bervariasi; mencari banyak altematif atau arah yang
4.
berbeda-beda; dan mampu mengubah cara pendekatan atau pemikiran.
2.
Kemampuan berpikir orisinal (originality), yaitu kemampuan
untuk mampu melahirkan ungkapan yang bare dan unik;
5.
memikirkan cara yang lazim untuk mengungkapkan did; mampu membuat
kombinasi-kombinasi yang tidak lazim dari
6.
bagian-bagian atau unsurunsur; menggunakan kata-kata atau
istilah-istilah yang tidak lazim dan isi jawaban bersifat
7.
kontekstual; mencetuskan gagasan dengan cara-cara yang asli.
3.
Kemampuan berpikir memerinci (elaboraty), yaitu kemampuan
untuk mampu memperkaya atau mengembangkan
8.
suatu gagasan atau produk; menambah atau memperinci detil-detil
dari suatu objek, gagasan, atau situasi sehingga
9.
menjadi lebih menarik; menerapkan ide secara rinci, menguraikan
sesuatu secara terinci.
4.
Kemampuan berpikir evaluasi (evaluaty), yaitu kemampuan
untuk menentukan patokan penilaian sendin dan
10.
menentukan apakah suatu pemyataan benar, suatu rencana sehat, atau
suatu tindakan bijaksana; dan mampu
11.
mengambil keputusan terhadap situasi yang terbuka; tidak hanya mencetuskan
gagasan, tetapi juga melaksanakannya.
5.
Kemampuan berpikir merumuskan kembali (redefinity), yaitu
kemampuan untuk mengkaji kembali suatu persoalan
12.
melalui cara dan perspektif yang berbeda dengan apa yang sudah
diketahui oleh banyak orang.
6.
Kemampuan kepekaan (sensitivity) dalam berpikir merupakan
kepekaan dalam menangkap dan menghasilkan masalah-masalah sebagai tanggapan
terhadap suatu situasi.
KONSEP MINAT
postingannya sangat bermanfaat dan menambah pengetahuan baruu
BalasHapus