TUGAS TIK 3
Manfaat pembelajaran berbasis ICT sangat menguntungkan bagi guru dan
peserta didik, dimana guru dalam mengajar semakin kreatif dan inovatif, seperti
:
a .Guru dapat menyimpan dan membuat bahan ajar dengan aplikasi-aplikasi yang
tersedia dalam Laptop, Netbook, Notebook maupun iPad yang dimiliki oleh guru
tersebut, sehingga guru tidak harus menulis dipapan tulis atau whiteboard
setiap masuk kelas yang berbeda, tetapi cukup menampilkan bahan ajar yang telah
guru buat. Sangat banyak aplikasi yang disediakan untuk membuat bahan ajar,
misalnya: Ms. Power Point, Ms. Word, Macromedia Flash, Adobe Reader, dll.
b. Mampu mengembangkan interaksi yang lebih aktif antara pendidik dengan
peserta didik, dimana interaksi yang dimaksud adalah, peserta didik lebih
memiliki waktu lebih untuk memaknai suatu Standard Kompetensi dan Kompetensi
Dasar (SK dan KD) yang diajarkan oleh pendidik dengan menggunakan perangkat ICT
tentunya.
c. Mampu Mengaktifkan Pembelajaran, Karena dengan adanya ICT ini maka
pembelajaran, interaksi, hubungan antara pendidik dengan peserta didik tidak
kaku lagi. Dengan bantuan ICT, Pendidik mampu menerapkan strategi belajar
mengajar yang lebih baik, pendidik mampu mengeluarkan ide-ide briliannya untuk
mencairkan suasana belajar di dalam ruangan kelas. Penulis sendiri lebih suka
menggunakan strategi pembelajaran Kontekstual CTL (contextual Teaching and
Learning) tidak hanya terbatas pada prosedur kegiatan, melainkan juga materi
atau paket pengajaran yang dikaitkan dengan konteks kehidupan mereka
sehari-hari. Strategi belajar mengajar Kontekstual CTL digunakan untuk membantu
peserta didik untuk mencapai tujuan pengajaran dari setiap mata pelajaran yang
diajarkan oleh pendidik, dengan kata lain merupakan pemilihan jenis latihan
tertentu yang cocok digunakan untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Pertemuan selanjutnya, penulis menjelaskan
aplikasi-aplikasi apa saja yang mendukung desain grafis, karena desain grafis
meliputi:
- Printing (pencetakan), dimana peserta didik diajarkan bagaimana
mendesain sebuah buku, majalah, poster, booklet, leaflet, flyer dan
pamphlet. (b) Web Desain, dimana peserta didik sudah mulai diperkenalkan
aplikasi-aplikasi yang digunakan dalam membuat Web, sehingga peserta didik
diharapkan tidak Gagap Teknologi alias Gaptek.
- Mengolah Film termasuk CD, DVD, CD multimedia untuk promosi atau
multimedia untuk bidang edukasi (pendidikan).
- Identifikasi (logo) dengan menggunakan Corel Draw, Macromedia /
Adobe Freehand, EGD (Environmental Graphic Design) atau AUTOCad;
merupakan desain professional yang mencakup desain grafis, desain
arsitektur, desain industry dan arsitek taman yang mana nantinya hasil
olahan ini dimasukkan ke kategori gambar berbasis Vektor.
- Desain produk, pemaketan, dan sejenisnya.
Pertemuan selanjutnya, penulis menyediakan
dan menayangkan animasi-animasi flash dengan tujuan untuk menggugah ide peserta
didik bagaimana cara membuat animasi flash dan apa kegunaan animasi flash.
Kenapa pendidikan TIK di luar negeri lebih maju dan dapat menciptakan film atau
video animasi-animasi pendidikan yang keren, bagusm enak di tonton dan memiliki
nilai jual yang tinggi. Misalnya, film/video Transformer, animasi Upin dan
Ipin, dll. Dari sejak dini dunia pendidikan kita, khususnya pendidikan berbasis
TIK harus diperkenalkan, sehingga pemikiran peserta didik terbuka untuk
belajar, belajar dan belajar bagaimana membuat karya-karya desain grafis dan
animasi, sehingga mereka tidak kepikiran lagi untuk tawuran, kumpul-kumpul dan
bahkan ikut-ikutan genk motor. Semoga pendidik mata pelajaran lain juga
memiliki ide untuk menayangkan video atau film atau animasi yang berhubungan
dengan materi yang akan diajarkan, sehingga dapat menggugah minat belajar peserta
didik. Hal ini berlaku juga untuk mata pelajaran lain, misalnya Fisika, Kimia,
Matematika, PKn, dengan adanya gambar bergerak, maka pendidik tidak susah lagi
untuk mengajarkan materi yang berhubungan dengan gerak.
d. Mampu Meningkatkan Kompetensi secara praktis, yang artinya pembelajaran
berbasis ICT mampu meningkatkan kemampuan pendidik juga peserta didik. Pendidik
terus untuk belajar dan mencari informasi dengan menggunakan Internet akan SK
atau KD yang akan diajarkan. Pendidik menggunakan fasilitas Search Engine di
Internet untuk terus mengupdate bahan ajarnya, pendidik sekarang dituntut untuk
lebih aktif dan lebih kreatif saat kegiatan belajar mengajar berlangsung. Di
SMA Negeri 13 Medan telah terdapat beberapa guru bidang studi yang berani dan mampu
menjawab tantangan pembelajaran menggunakan ICT. Usia bukanlah halangan untuk
terus belajar dan belajar dan membawa perangkat ICT dari rumah untuk digunakan
saat proses KBM (Kegiatan Belajar Mengajar) di sekolah. Pantauan penulis,
terdapat pendidik yang usianya diatas umur 56 tahun (± 4 tahun atau 3 tahun)
lagi pensiun, namun masih tetap semangat membawa Laptop yang ukurannya agak
besar dan berat atau notebook (netbook) yang ukurannya lebih kecil dan mungil
dari rumah ke sekolah, tidak mengeluh untuk membuat bahan ajar, jika bahan
ajarnya sudah disediakan oleh penerbit, tidak henti-hentinya dan selalu ada
keinginan untuk memperbaiki bahan ajar tersebut, mencari buku penerbit lain dan
membuatnya di Ms. Power Point sebagai pelengkap bahan ajarnya. Sungguh mulia
memang pekerjaan pendidik ini, ditengah permasalahan-permasalahan pendidikan,
mulai dari proses sertifikasi yang belum mendapatkan formula yang pas, dana
sertifikasi yang selalu macet, masalah tawuran yang selalu mewanti-wanti dan
bagaikan bom waktu yang mengancam, masalah UN yang katanya selalu bocor soal
dan kunci jawabannya, pendidik selalu setia melaksanakan tugasnya untuk
mendidik dan mengajar dengan baik. “Guru adalah Pahlawan Tanpa Tanda Jasa”,
harus tetap dipatrikan di dalam hati kita.
e. Dapat Menciptakan Keselarasan dengan Gaya
Belajar Seseorang yang Unik. Ini yang perlu di pahami oleh semuaü stakeholder pendidikan.
ICT telah mampu menciptakan gaya belajar yang unik, karena pendidik dan peserta
didik belajar tidak hanya terpaku dalam satu materi, namun dapat mengembangkan
materi pelajaran ke hal-hal yang lebih tinggi sifatnya dan lebih detail. Adanya
perangkat ICT yang lengkap di ruangan kelas, Infokus yang telah tersedia di
ruangan belajar, aplikasi-aplikasi atau program komputer pendukung pembelajaran
ICT, sehingga SK dan KD yang diajarkan semakin dapat dipahami peserta didik dan
waktu pendidik tidak banyak tersita lagi untuk menulis di papan tulis, namun
cukup ditayangkan dengan bantuan Infokus, pendidik tinggal menjelaskan secara
detail dan setelah dijelaskan, baru pendidik diberi tugas untuk menyelesaikan
soal-soal yang telah disediakan oleh pendidik atau yang ada di buku pelajaran.
makasih share nya,, nambah pengetahuan lg
BalasHapuspostinganya sangat bermanfaat dan menambah pengethuan baru . . .
BalasHapus