Kamis, 15 Mei 2014

   TUGAS TIK 3

Manfaat pembelajaran berbasis ICT sangat menguntungkan bagi guru dan peserta didik, dimana guru dalam mengajar semakin kreatif dan inovatif, seperti :

a .Guru dapat menyimpan dan membuat bahan ajar dengan aplikasi-aplikasi yang tersedia dalam Laptop, Netbook, Notebook maupun iPad yang dimiliki oleh guru tersebut, sehingga guru tidak harus menulis dipapan tulis atau whiteboard setiap masuk kelas yang berbeda, tetapi cukup menampilkan bahan ajar yang telah guru buat. Sangat banyak aplikasi yang disediakan untuk membuat bahan ajar, misalnya: Ms. Power Point, Ms. Word, Macromedia Flash, Adobe Reader, dll.
b. Mampu mengembangkan interaksi yang lebih aktif antara pendidik dengan peserta didik, dimana interaksi yang dimaksud adalah, peserta didik lebih memiliki waktu lebih untuk memaknai suatu Standard Kompetensi dan Kompetensi Dasar (SK dan KD) yang diajarkan oleh pendidik dengan menggunakan perangkat ICT tentunya. 

c. Mampu Mengaktifkan Pembelajaran, Karena dengan adanya ICT ini maka pembelajaran, interaksi, hubungan antara pendidik dengan peserta didik tidak kaku lagi. Dengan bantuan ICT, Pendidik mampu menerapkan strategi belajar mengajar yang lebih baik, pendidik mampu mengeluarkan ide-ide briliannya untuk mencairkan suasana belajar di dalam ruangan kelas. Penulis sendiri lebih suka menggunakan strategi pembelajaran Kontekstual CTL (contextual Teaching and Learning) tidak hanya terbatas pada prosedur kegiatan, melainkan juga materi atau paket pengajaran yang dikaitkan dengan konteks kehidupan mereka sehari-hari. Strategi belajar mengajar Kontekstual CTL digunakan untuk membantu peserta didik untuk mencapai tujuan pengajaran dari setiap mata pelajaran yang diajarkan oleh pendidik, dengan kata lain merupakan pemilihan jenis latihan tertentu yang cocok digunakan untuk mencapai tujuan yang diinginkan.  Pertemuan selanjutnya, penulis menjelaskan aplikasi-aplikasi apa saja yang mendukung desain grafis, karena desain grafis meliputi:
  1. Printing (pencetakan), dimana peserta didik diajarkan bagaimana mendesain sebuah buku, majalah, poster, booklet, leaflet, flyer dan pamphlet. (b) Web Desain, dimana peserta didik sudah mulai diperkenalkan aplikasi-aplikasi yang digunakan dalam membuat Web, sehingga peserta didik diharapkan tidak Gagap Teknologi alias Gaptek.
  2. Mengolah Film termasuk CD, DVD, CD multimedia untuk promosi atau multimedia untuk bidang edukasi (pendidikan).
  3. Identifikasi (logo) dengan menggunakan Corel Draw, Macromedia / Adobe Freehand, EGD (Environmental Graphic Design) atau AUTOCad; merupakan desain professional yang mencakup desain grafis, desain arsitektur, desain industry dan arsitek taman yang mana nantinya hasil olahan ini dimasukkan ke kategori gambar berbasis Vektor.
  4. Desain produk, pemaketan, dan sejenisnya.
Pertemuan selanjutnya, penulis menyediakan dan menayangkan animasi-animasi flash dengan tujuan untuk menggugah ide peserta didik bagaimana cara membuat animasi flash dan apa kegunaan animasi flash. Kenapa pendidikan TIK di luar negeri lebih maju dan dapat menciptakan film atau video animasi-animasi pendidikan yang keren, bagusm enak di tonton dan memiliki nilai jual yang tinggi. Misalnya, film/video Transformer, animasi Upin dan Ipin, dll. Dari sejak dini dunia pendidikan kita, khususnya pendidikan berbasis TIK harus diperkenalkan, sehingga pemikiran peserta didik terbuka untuk belajar, belajar dan belajar bagaimana membuat karya-karya desain grafis dan animasi, sehingga mereka tidak kepikiran lagi untuk tawuran, kumpul-kumpul dan bahkan ikut-ikutan genk motor. Semoga pendidik mata pelajaran lain juga memiliki ide untuk menayangkan video atau film atau animasi yang berhubungan dengan materi yang akan diajarkan, sehingga dapat menggugah minat belajar peserta didik. Hal ini berlaku juga untuk mata pelajaran lain, misalnya Fisika, Kimia, Matematika, PKn, dengan adanya gambar bergerak, maka pendidik tidak susah lagi untuk mengajarkan materi yang berhubungan dengan gerak.
d. Mampu Meningkatkan Kompetensi secara praktis, yang artinya pembelajaran berbasis ICT mampu meningkatkan kemampuan pendidik juga peserta didik. Pendidik terus untuk belajar dan mencari informasi dengan menggunakan Internet akan SK atau KD yang akan diajarkan. Pendidik menggunakan fasilitas Search Engine di Internet untuk terus mengupdate bahan ajarnya, pendidik sekarang dituntut untuk lebih aktif dan lebih kreatif saat kegiatan belajar mengajar berlangsung. Di SMA Negeri 13 Medan telah terdapat beberapa guru bidang studi yang berani dan mampu menjawab tantangan pembelajaran menggunakan ICT. Usia bukanlah halangan untuk terus belajar dan belajar dan membawa perangkat ICT dari rumah untuk digunakan saat proses KBM (Kegiatan Belajar Mengajar) di sekolah. Pantauan penulis, terdapat pendidik yang usianya diatas umur 56 tahun (± 4 tahun atau 3 tahun) lagi pensiun, namun masih tetap semangat membawa Laptop yang ukurannya agak besar dan berat atau notebook (netbook) yang ukurannya lebih kecil dan mungil dari rumah ke sekolah, tidak mengeluh untuk membuat bahan ajar, jika bahan ajarnya sudah disediakan oleh penerbit, tidak henti-hentinya dan selalu ada keinginan untuk memperbaiki bahan ajar tersebut, mencari buku penerbit lain dan membuatnya di Ms. Power Point sebagai pelengkap bahan ajarnya. Sungguh mulia memang pekerjaan pendidik ini, ditengah permasalahan-permasalahan pendidikan, mulai dari proses sertifikasi yang belum mendapatkan formula yang pas, dana sertifikasi yang selalu macet, masalah tawuran yang selalu mewanti-wanti dan bagaikan bom waktu yang mengancam, masalah UN yang katanya selalu bocor soal dan kunci jawabannya, pendidik selalu setia melaksanakan tugasnya untuk mendidik dan mengajar dengan baik. “Guru adalah Pahlawan Tanpa Tanda Jasa”, harus tetap dipatrikan di dalam hati kita.

     e. Dapat Menciptakan Keselarasan dengan Gaya Belajar Seseorang yang Unik. Ini yang perlu di pahami oleh semuaü stakeholder pendidikan. ICT telah mampu menciptakan gaya belajar yang unik, karena pendidik dan peserta didik belajar tidak hanya terpaku dalam satu materi, namun dapat mengembangkan materi pelajaran ke hal-hal yang lebih tinggi sifatnya dan lebih detail. Adanya perangkat ICT yang lengkap di ruangan kelas, Infokus yang telah tersedia di ruangan belajar, aplikasi-aplikasi atau program komputer pendukung pembelajaran ICT, sehingga SK dan KD yang diajarkan semakin dapat dipahami peserta didik dan waktu pendidik tidak banyak tersita lagi untuk menulis di papan tulis, namun cukup ditayangkan dengan bantuan Infokus, pendidik tinggal menjelaskan secara detail dan setelah dijelaskan, baru pendidik diberi tugas untuk menyelesaikan soal-soal yang telah disediakan oleh pendidik atau yang ada di buku pelajaran. 

2 komentar:

  1. makasih share nya,, nambah pengetahuan lg

    BalasHapus
  2. postinganya sangat bermanfaat dan menambah pengethuan baru . . .

    BalasHapus