Kamis, 15 Mei 2014

TUGAS  4  TIK

A.    Media Pembelajaran
 pembelajaran pada dasamya merupakan suatu proses komunikasi antara guru, struktur dan siswa, baik komunikasi secara langsung dalam kegiatan tatap muka maupun tidak langsung menggunakan media. Menurut R. Ibrahim, (2002:85) model pembelajaran pada dasamya merupakan pengelolaan dan pengembangan yang dilakukan terhadap komponen pembelajaran.
Menurut Joice dan Will (Winataputra, 2001:3) bahwa model pembelajaran diartikan sebagai kerangka konseptual yang melukiskan prosedur sistematis yang mengorganisasikan pengalaman belajar tertentu dan berfungsi sebagai pedoman bagi perancang pembelajaran dan para pengajar dalam merencanakan' dan melakukan aktivitas belajar.
B.                 Teknologi informasi dan komunikasi khususnya internet/ situs web/ homepage menuntut kreativitdirig memiliki kelancaran, keluwesan, keaslian, dan perincian. Sedangkan dari segi afektifnya kreativitas ditandai dengan motivasi yang kuat, rasa ingin tahu, tertarik dengan tugas majemuk, berani menghadapi resiko, tidak mudah putus asa, menghargai keindahan, memiliki rasa humor, selalu ingin mencari pengalaman baru, menghargai diri sendiri dan orang lain. Karya-karya kreatif ditandai dengan orisinalitas, memiliki nilai, dapat ditransformasikan, dan dapat dikondensasikan.
Minat Merupakan suatu keadaan mental yang menghasilkan respon terarah terhadap suatu situasi/obyek tertentu yang menyenangkan dan memberikan kepuasan kepadanya. Minat seseorang ditandai dengan adanya ketertarikan yang
menyebabkan timbulnya perhatian secara khusus, dan sumber tenaga yang mendorong individu berhadapan dengan suatu
obyek.
Pembelajaran dengan dukungan TIK memungkinkan dapat menghasilkan karya-karya baru yang orsinil, memiliki nilai yang tinggi, dan dapat dikembangkan lebih jauh untuk kepentingan yang lebih bermakna. Melalui TIK mahasiswa akan memperoleh berbagai informasi dalam lingkup yang Iebih luas dan mendalam sehingga  meningkatkan wawasannya. Hal ini merupakan rangsangan yang kondusif bagi berkembangnya kemandirian anak terutama dalam hal pengembangan kompetensi, kreativitas, minat, kendali diri, konsistensi, dan komitmennya baik terhadap diri sendiri maupun terhadap pihak lain.
Media Menurut Djamarah dan Zain (1996:136), media pengajaran merupakan wahana penyalur informasi belajar atau penyalur pesan. Suharsimi Arikunto (1989:15) berpendapat bahwa media pendidikan adalah sarana pendidikan yang digunakan sebagai perantara dalam proses belajar mengajar untuk Iebih mempertinggi efektivitas dan efisiensi dalam mencapai tujuan pendidikan.
Berdasarkan beberapa definisi diatas dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran adalah alat, sarana, wahana yang digunakan untuk menyampaikan pesan dari sumber pesan yaitu guru atau dosen kepada orang atau sekelompok orang yaitu peserta didik.

C.    Manfaat Media Pembelajaran
Latuheru (Suhendar,1997:23) mengemukakan beberapa manfaat penggunaan media pembelajaran dalam PBM, diantaranya: menarik dan memperbesar perhatian siswa, mengurangi bahkan menghilangkan adanya verbalisme, mengatasi perbedaan pengalaman belajar berdasarkan latar belakang anak didik, membantu memberikan pengalaman belajar yang sulit
dengan diperoleh dengan cara lain, mengatasi keterbatasan ruang dan waktu, membantu perkembangan pikiran anak didik secara teratur tentang hal yang mereka alami, membantu anak didik mengatasi hal-hal yang sulit nampak dengan mata, menumbuhkan kemampuan berusaha sendiri berdasarkan pengalaman dan kenyataan, mengatasi peristiwa atau hal yang sulit
bila diikuti dengan mata, serta memungkinkan terjadinya kontak langsung antara guru dengan siswanya.

D.    Media Elektronik Sebagai Media Pembelajaran
Penerapan teknologi informasi dalam dunia pendidikan, salah satunya dapat dilakukan dengan cara guru atau dosen memberikan layanan tanpa harus berhadapan langsung dengan peserta didik. Demikian pula peserta didik dapat memperoleh informasi dalam ruang lingkup yang luas dari berbagai sumber melalui cyber space dengan menggunakan komputer atau internet. Hal yang paling mutakhir saat ini adalah berkembangnya pengajaran maya atau cyber teaching yaitu proses pengajaran yang dilakukan dengan menggunakan intemet. Istilah lain yang saat ini populer adalah e-learning, yaitu model pembelajaran dengan menggunakan media teknologi komunikasi dan informasi khususnya internet.
KonseRossenburg (Moh. Surya, 2002:8) mengatakan bahwa e-learning merupakan suatu penggunaan teknologi Internet
dalam menyampaikan pembelajaran dalam jangkauan yang luas yang bedandaskan tiga kriteria dasar yaitu :
1. E-Learning bersifat jaringan, yang membuatnya mampu memperbaiki secara cepat, menyimpan atau memunculkan
kembali, mendistribusikan dan sharing pembelajaran serta informasi. Kriteria ini sangatlah penting dalam e-learning,
sehingga Rosenberg menyebutnya sebagai persyaratan absolute.
2. E-Learning dikirimkan kepada pengguna melalui teknologi computer dengan menggunakan standar teknologi intemet.
3. E-Learning terfokus pada pandangan pembelajaran yang paling luas, solusi pembelajaran yang mengungguli paradigm a
tradisional dalam pembelajaran.
Berdasarkan beberapa definisi e-learning diatas, dapat disimpulkan bahwa e-learning adalah kegiatan pembelajaran
yang melibatkan penggunaan peralatan elektronik dalam menciptakan, membantu perkembangan, menyampaikan, menilai dan
memudahkan suatu proses belajar mengajar dimana pelajar sebagai pusatnya serta dilakukan secara interaktif kapanpun dan
dimanapun.
Proses Pembelajaran E-Learning
E-Learning atau proses pembelajaran melalui media elektronik, terutama intemet, saat ini dianggap dapat menjadi solusi pendidikan bagi siswa yang tidak dapat hadir secara fisik ke setiap perkuliahan, namun mempunyai niat untuk memperoleh pengetahuan atapun keinginan untuk melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi.
Banyak hal yang dapat dilaksanakan melalui e-learning pada proses pembelajaran, diantaranya adalah pada 2 (dua) hal,
yaitu:
1.      Mencari mater pokok pembelajaran.
Proses pembelajaran yang berupa mencari materi pokok pembelajaran, terdiri dari langkah-langkah sebagai berikut.:
a.       Guru menyampaikan kompetensi dasar serta beberapa indikator kepada para siswa beserta situs intemet yang dapat dikunjungi berkenaan dengan kompetensi dasar serta indikator tersebut.
b.      Siswa mendownload materi pokok pembelajaran yang sesuai dengan kompetensi dasar serta indikator yang disampaikan oleh guru pada situs yang telah ditunjukkan oleh guru, dalam hal ini siswa diberi kesempatan untuk mencari pada situs lain selain yang ditunjukkan oleh guru .
c.       Setelah mengedit apabila diperlukan, siswa mengirimkan hasil download tersebut ke web site atau email guru.
d.      Guru mengedit materi pokok yang dikirim oleh para siswa, mengeditnya, yaitu dengan mengurangi apabila mated yang
e.       dikirim oleh siswa apabila bahasannya terlalu luas, atau menambah apabila materi yang dikirim oleh siswa terialu ringkas
f.       pembahasannya, sehingga belum memenuhi indikator yang dikehendaki oleh guru.
g.      e. Setelah di edit, guru mengirimkan ke alamat email siswa apabila materi pokok pembelajaran sudah disesuaikan indikator
h.      yang dikehendaki.

2.      Pelaksanaan ulangan harian dan ulangan blok
Melalui e-learning seorang guru tidak perlu tertalu banyak mengeluarkan tenaga, pikiran dan biaya untuk senantiasa melaksanakan ulangan harian atau ulangan blok dengan soal-soal yang berupa pilihan ganda. Adapun hal-hal yang diperlukan sebelum pelaksanaan ulangan blok ataupun ulangan harian dengan e-learning diantaranya adalah:
a.       Guru mempersiapkan bank soal, akan lebih bagus apabila soalnya cukup banyak namun masih dalam koridor indikator yang dikehendaki oleh guru, sehingga soalnya dapat diacak agar masing masing peserta tidak sama persis soalnya, bank soal ini tentu harus di lengkapi dengan program pengacak soal, kunci jawaban serta skor yang akan di peroleh bagi masing masing peserta.
b.      Program ini hendaknya dilengkapi dengan KKM, serta penjelasan untuk jawaban yang benar ataupun yang salah untuk
c.       keperiuan remidi lagi yang belum mencapai norma KKM.
d.      Masing-masing siswa mempunyai nomor khusus, NIS misalnya, sebagai identitas siswa disamping nama ketika entri data.
e.       Semua unit PC sudah tersambung secara LAN dengan server bagi guru, dimana bank soal maupun program program
f.        pendukung yang lain disimpan. (www.internetworldstats.com/)
Konsep Homepage
Homepage dibangun oleh sebuah file yang didalamnya terdapat kode-kode dan informasi. Kode-kode dan informasi tersebut dibaca oleh sebuah aplikasi yang jenisnya bernama Browser. Oleh Browser, kode-kode dan informasi tersebut akan disajikan sebagai sebuah halaman web yang kita kenal sebagai homepage. Kode-kode dan informasi yang ditulis dalam file homepage tersebut haruslah ditulis menurut aturan tertentu yang dapat dimengerti oleh browser. Aturan-aturan tersebut dikenal dengan bahasa pengkodean.
3.      Software-Software Yang Digunakan Untuk Membuat Homepage
Beberapa software yang sebaiknya dimiliki untuk membuat homepage sederhana bagi pemula yang dihimpun penulis berdasarkan internet dari http://handel.pacific.net.id/TS/homepage.html adalah:
1.       Front Page Editor/Netscape Composer Front Page Editor/Netscape Comp digunakan untuk membuat format dari tampilan yang diinginkan, dimana pada front page editor ini terdapat fasilitas-fasilitas yang memudahkan kita untuk mendesain tampilan sesuai gambar atau membuat suatu ikon yang nantinya akan digunakan untuk pembuatan homepage itu sendiri.
Ø  Langkah-Langkah Membuat Homepage
Salah satu langkah yang harus kita lakukan dalam membuat homepage sederhana adalah memiliki pengetahuan cara menggunakan komputer dan software-software penunjang untuk mengerjakan homepage dan sedikit pengetahuan tentang grafis. Untuk membuat home page dengan menggunakan Komputer PC, Macintosh atau jenis komputer lainnya, kite harus membuat file yang berisi kode HTML. Untuk itu, kits dapat menggunakan HTML editor atau text editor umum lainnya. HTML adalah singkatan dari Hypertext Markup Language. HTML terdiri dan sepasang kode yang disisipkan dalam suatu dokumen untuk mengontrol tampilan dokumen di layer monitor oleh Web Browser, seperti Netscape atau Mosaic. Apabila akan memandang suatu dokumen di Internet, harus menggunakan Web Browser dan disana ada fasilitas "View source" untuk melihat kode-kode web page ini. Suatu dokumen berisi kode-kode ini disebut HTML. Suatu dokumen HTML harus mempunyai formulir yang tepat, sehingga dapat dikenal dan di interpretasikan dengan tepat oleh perangkat lunak dan Browser.
KonSupanadi (2001:16) mengatakan bahwa kreativitas merupakan suatu kemampuan yang dimiliki setiap orang dengan tingkat yang berbedabeda. Setiap orang lahir dengan potensi kreatif yang dapat dikembangkan dan dipupuk. Kreativitas merupakan suatu bidang kajian yang kompleks, yang timbul akibat adanya perbedaan dalam mendefinisikan anti kreativitas. Sedangkan Munandar (2004) mengungkapkan bahwa kreativitas adalah kemampuan untuk memberikan gagasan baru yang dapat diterapkan dalam pemecahan masalah, atau sebagai kemampuan untuk melihat hubungan-hubungan baru antara unsur-unsur yang sudah ada sebelumnya.
Ø  Ciri-Ciri Kemampuan Kreatif
Munandar (1999:88) mengajukan lima ciri kemampuan kreatif. Kelima ciri tersebut adalah kemampuan berpikir lancar
(fluency), kemampuan berpikir luwes (flexibility), kemampuan berpikir orisinal (originality), kemampuan berpikir memerinci
(elaboraty) dan kemampuan berpikir evaluasi (evaluaty).
Adapun penjabaran dari ciri-ciri berpikir kreatif adalah sebagai berikut:
1.       Kemampuan berpikir lancar (fluency), yaitu kemampuan untuk mencetuskan banyak gagasan, jawaban, penyelesaian masalah atau pertanyaan; memberikan banyak cara atau saran untuk memudahkan berbagai hal; selalu memikirkan lebih dad satu jawaban; dan bekerja lebih cepat serta melakukan lebih banyak dibanding yang lain.
2.       Kemampuan berpikir luwes (flexibility), yaitu kemampuan untuk mengemukakan bermacam-macam pemecahan
3.      masalah, menghasilkan gagasan, jawaban, atau pertanyaan yang bervariasi; mencari banyak altematif atau arah yang
4.      berbeda-beda; dan mampu mengubah cara pendekatan atau pemikiran.
2.      Kemampuan berpikir orisinal (originality), yaitu kemampuan untuk mampu melahirkan ungkapan yang bare dan unik;
5.      memikirkan cara yang lazim untuk mengungkapkan did; mampu membuat kombinasi-kombinasi yang tidak lazim dari
6.      bagian-bagian atau unsurunsur; menggunakan kata-kata atau istilah-istilah yang tidak lazim dan isi jawaban bersifat
7.      kontekstual; mencetuskan gagasan dengan cara-cara yang asli.
3.      Kemampuan berpikir memerinci (elaboraty), yaitu kemampuan untuk mampu memperkaya atau mengembangkan
8.      suatu gagasan atau produk; menambah atau memperinci detil-detil dari suatu objek, gagasan, atau situasi sehingga
9.      menjadi lebih menarik; menerapkan ide secara rinci, menguraikan sesuatu secara terinci.
4.      Kemampuan berpikir evaluasi (evaluaty), yaitu kemampuan untuk menentukan patokan penilaian sendin dan
10.  menentukan apakah suatu pemyataan benar, suatu rencana sehat, atau suatu tindakan bijaksana; dan mampu
11.  mengambil keputusan terhadap situasi yang terbuka; tidak hanya mencetuskan gagasan, tetapi juga melaksanakannya.
5.      Kemampuan berpikir merumuskan kembali (redefinity), yaitu kemampuan untuk mengkaji kembali suatu persoalan
12.  melalui cara dan perspektif yang berbeda dengan apa yang sudah diketahui oleh banyak orang.
6.      Kemampuan kepekaan (sensitivity) dalam berpikir merupakan kepekaan dalam menangkap dan menghasilkan masalah-masalah sebagai tanggapan terhadap suatu situasi.
KONSEP MINAT


1 komentar:

  1. postingannya sangat bermanfaat dan menambah pengetahuan baruu

    BalasHapus